Udah Ada SolidWork, Lalu Kenapa Masih Harus Belajar Gambar 2D dengan AutoCad?

Admin kai-bekasi


Perkembangan industri teknik nggak bisa lepas dari peran seorang drafterDrafter merupakan posisi dibalik sebuah rancangan gambar baik 2D maupun 3D. Sebelum hadirnya software CAD, semua perencanaan bermula dari gambar. Dan sampai saat ini, pengunaan gambar 2D masih eksis.
Hadirnya software CAD memudahkan para insinyur mengecek gambar sebelum masuk tahap produksi. Walau software CAM bermunculan, tetapi tetap saja CAD masih dibutuhkan. Hal ini mengundang pertanyaan apakah gambar 2D masih dibutuhkan padahal dengan 3D saja sudah bisa mewakili?
Gambar 2D mulai mengalami penyusutan secara fungsi, tetapi nggak hilang begitu saja. Ada kalanya kita harus melihat seberapa pentingnya gambar 2D saat ini. Belum lagi, banyak orang masih kesulitan menafsirkan gambar 3D dari proyeksi 2D.

1. Gambar 2D sudah ada sejak tahun 1300-an


Menurut sejarah, gambar teknik sudah ada sejak tahun 1300-an dalam wujud perspektif. Sedangkan gambar geometri muncul pada tahun 1765, gambar ortografis muncul pada tahun 1770, hingga sampai tahun 1980, lahirlah CAD.
Sebelum menggunakan komputer, gambar 2D digunakan untuk menetukan spesifikasi komponen. Gambar tersebut menjadi referensi tunggal sebelum mengalami perubahan desain.
Sedangkan pemakaian CAD hanya untuk mempercepat proses membuat gambar. Dengan banyak keuntungan dan fitur yang dapat membantu drafter dalam menentukan spesifikasi. Sampai pada tahun 1990, CAM muncul dan merubah tatanan gambar teknik menjadi 3D. Walau begitu, gambar 2D masih dipertahankan karena mampu merepresentasikan desain 3D.

2. Proses manufaktur masih membutuhkan gambar 2D


Manufaktur adiktif cenderung menajdi tren perubahan dalam ranah desain. Sementara perubahan adiktif membuat mengeliminasi kebutuhan dari gambar 2D, perubahan ini nggak mempengaruhi secara keseluruhan.
Teknik manufaktur secara bertahap mengalami perubahan yang lambat karena mengejar teknologi. Contohnya adalah mesin CNC. Dahulu, proses menufaktur dilakukan secara manual dan membutuhkan skill berjualan untuk mendapatkan profit tinggi. Kebutuhan ini yang menyebabkan gambar 2D masih dipertahankan.
Saat ini, proses manufaktur sudah terdigitalisasi, khususnya di perusahaan besar. Jadi perancang hanya memasukan program dan mampu memproduksi lebih banyak. Dengan adanya mesin yang mampu beroperasi secara 3D, lalu mengapa 2D masih ada sampai sekarang?

3. Gambar 2D lebih ramah untuk dikomunikasikan


Sekarang ini, desain gambar sudah menggunakan digital dengan berbagai macam data yang tersimpan. Apalagi adanya penyimpanan awan juga membantu penyebaran. Hadirnya CAD dan CAM menbuat orang awam terbantu.
Orang biasanya kesulitan memveritifikasi gambar 3D milik orang lain. Walau dapat diukur namun membutuhkan waktu. Proses valifdasi model membutuhkan aturan pengukuran yang tepat dengan sufut yang relevan. Hal tersebut belum termasuk toleransi atau permukaan finishing. Berbeda dengan gambar 2D, informasi lebih mudah dipahami termasuk toleransi.
Seperti yang sudah diketahui, gambar adalah cara paling mudah untuk mengkomunikasikan komponen atau rancangan. Ini nggak hanya berlaku di Indonesia, tapi di seluruh dunia.

4. Lalu apa gunanya gambar untuk 2D?


Untuk level perakitan, gambar 2D lebih favorit karena cocok untuk pemahaman dasar daripada analisis. Gambar 2D hanya perlu menyertakan informasi agar pemakai dapat memahami isi gambar.
Memang benar, gambar 2D mulai berkurang fungsinya dari tahun ke tahun. Kita juga memahami jika pada desain 2D di bidang desain, pada titik tertentu mencapai asimot, yang kemungkinan berada di atas nol.
Dengan bantuan gambar 2D, alur kerja jadi lebih optimal. Dan gambar ini nggak lenyap bagai jentikan Thanos, namun juga jangan terpaku dengan gambar 2D saja. Walau tren berubah, gambar 2D masih tetap ada karena merupakan deskripsi dasar gambar teknik.

Comments