CAM Tutorial Series 1 – Memulai Bekerja di HSM for Inventor Bagian 2 dari 4

Admin kai-bekasi

2.      Export CAD Data

3.      Import CAD Data

Ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu CAM Tutorial Series 1 – Memulai Bekerja di HSM for Inventor Bagian 1 dari 4.
Pada langkah kedua dan ketiga tidak perlu dilakukan, karena CAM software di Autodesk terintegrasi dengan CAD softwarenya, artinya HSM yang akan kita gunakan ada di dalam software Inventor sehingga memudahkan kita untuk melakukan proses editing CAD data ketika kita sudah masuk pada proses CAM. Dengan kata lain perubahan pada cad data tidak perlu mengulangi proses job set up, operation set up dan seterusnya di CAM software.

Note :

Installer HSM terpisah dengan Installer Inventor, Bila di Inventor Anda tidak terdapat HSM, silakan download terlebih dahulu.
Lain halnya bila CAM software kita tidak terintegrasi dengan CAD software, yang perlu dilakukan setelah CAD data selesai ialah export ke file yang bisa diterima oleh CAM software lalu import data tersebut di CAM software. Kelemahan workflow ini ialah bila terjadi perubahan CAD data, maka perlu mengulangi proses job set up, operation set up dan seterusnya di CAM Software.
24. CAD CAM Integration
CAD CAM Integration

Quiz

Bila Anda memiliki CAD data dari software lain (misal Anda mendapatkannya dari supplier Anda) sedangkan Anda menggunakan Inventor, bagaimana Anda melakukan proses CAM di HSM for Inventor?
  1. Export terlebih dahulu ke file yang bisa di terima oleh Inventor, lalu import data tersebut di Inventor
  2. Anda tidak bisa melakukan proses CAM di HSM for Inventor
  3. Anda Open file tersebut lalu melakukan proses CAM
  4. Semuanya salah
Silakan kirim jawaban Anda ke dwi.tangerang80@gmail.com sertakan alasan dari jawaban Anda, pemenang akan dipilih 1 saja, keputusan tidak dapat diganggu gugat. Pemenang akan mendapatkan hadiah menarik. Jawaban dikirim paling lambat tanggal 20 Desember 2017. Pengumuman pemenang akan diberitahukan seminggu setelahnya.

4.      Job Set Up

Setelah Anda memiliki CAD data, selanjutnya Anda akan melakukan tahapan pertama pada proses CAM. Pada tahapan ini Anda akan menentukan tipe operasi CAM Anda dan raw material dari benda yang akan Anda proses. Pada tutorial ini kita mengabaikan proses pencekaman terlebih dahulu
  1. Anda bisa meng-klik tab CAM dan pilih tool Setup pada panel Job
    25. Set Up
    Set Up
  2. Perhatikan ada 3 tab yaitu Setup, Stock dan Post ProcessBiarkan tab Setup pada posisi default, yaitu Operation type Millingstock point tetap ditengah bagian atas, bila Anda ingin merubah posisi stock point, Anda bisa mengklik tombol panah stock point dan pilih salah satu titik pada gambar. Biarkan Orientation pada Model Orientation, ini berpengaruh pada posisi pencekaman dan sumbu mata potong, sumbu mata potong pada Z axis, jadi pastikan Z axis mengarah ke atas
    26.1. Job Set Up
    Job Set Up
  3. Klik tab Stock untuk mempersiapkan raw material. Kita akan coba gunakan modeRelative size box dengan side offset dan top offset 1 mm. Anda bisa mengecek mode yang lain. HSM cukup mudah dipelajari, dengan melihat preview dari masing-masing mode Anda akan tahu perbedaannya
    27. Stock Set Up.jpg
  4. Klik tab post process dan biarkan program name 1001. 1001 adalah parameter default sebagai penamaan saja untuk file post process nanti
    28. Post Process

5.      Operation Set Up

Selanjutnya kita akan men set up urutan proses yang perlu dilakukan oleh mesin CNC milling untuk mendapatkan bentuk yang kita buat di CAD model.

Face Operation

  1. Pertama kita akan coba memproses bidang bagian atas menggunakan tool Face. Proses ini disebut facing. Facing digunakan untuk meratakan bidang bagian atas. Klik tool Face pada panel 2D Milling 29. Face
  2. Ada 5 tab yang harus diisi. Tab pertama ialah tool, di tab ini kita bisa memilih tipe tool, feed and speed dari tool yang kita pilih dan tipe coolant. Mari kita pilih tipe toolnya terlebih dahulu dengan mengklik tombol Tool
    30. Facing Tool Selection
    Facing Tool Selection
  3. Anda bisa memilih tipe tools berdasarkan kategori yang sudah dikelompokkan, kita akan coba pilih Tutorial-Metric, pilih #7- ø10mm flat lalu pilih tombol Select
    31. Tool Selection
    Tool Selection
  4. Klik tab Geometry untuk memilih geometry yang akan diproses. Untuk proses Facing sistem secara otomatis mendeteksi stock material dan bidang atasnya. Biarkan default
    32. Facing Geometri
    Facing Geometri
  5. Klik tab Height, biarkan pada kondisi default. Perhatikan Top Height, ini adalah awal material diproses dan Bottom Height adalah akhir material di proses. Artinya Top Height dan Bottom Height adalah jarak pemakanan cutter
    33. Facing Height
    Facing Height
  6. Klik tab Passes , Passes berfungsi untuk meng-control cutting move (gerakan pemakanan cutter terhadap benda kerja). Pada settingan kali ini kita akan menambah Pass extension sebesar 5 mm. Untuk mengetahui apa itu gerakan pass extension, coba arahkan mouse ke kolom sebelah kanannya dan diamkan beberapa saat. Maka akan muncul tools tips yang menjelaskan gerakan tersebut. Pass extension dilebihkan untuk memastikan pinggiran benda kerja terproses
    33.34. Facing Passes
    Facing Passes
  7. Klik tab Linking, Linking berfungsi untuk meng-control non cutting move. Biarkan pada posisi default. Lalu klik tombol OK untuk memulai kalkulasi pergerakan cutter
    34. Facing Lingking
    Facing Lingking
  8. Pergerakan cutter dibedakan berdasarkan warnanya. Warna biru menunjukkan gerakkan pemakanan, warna hijau adalah gerakan transisi dan kuning adalah gerakan cepat tanpa pemakanan. Cutter masuk ke benda kerja ditunjukkan oleh panah berwarna merah dan cutter keluar dari benda kerja ditunjukkan oleh panah berwarna hijau
    34.35. Facing Operation
    Facing Operation

2D Pocket Operation

  1. Selanjutnya kita akan mencoba memproses kolam slot tersebut menggunakan 2 metode. Yang pertama kita menggunakan pocket. Pocket digunakan untuk memproses daerah kolam dengan ketebalan yang sama. Klik tool 2D Pocket pada tab 2D Milling
    35. 2D Pocket
  2. Kita akan menggunakan tools sebelumnya, langsung saja klik tab Geometry untuk menentukan area yang diproses. Klik area yang ditunjuk gambar
    36. Pocket Geometry
    Pocket Geometry
  3. Klik tab Height untuk melihat ketinggian cutter pada setiap proses. Perhatikan pilihan Bottom Height secara otomatis berubah menjadi Selected countour(s), yaitu bidang yang kita pilih tadi. Pada Top height pemakanan dimulai dari Stock top, bisa kita ubah menjadi Model top karena stock top sudah diproses pada proses facing. Namun saya tetap memilih Stock top
    37. Pocket Height
    Pocket Height
  4. Klik tab Passes, cek Multiple Depth untuk mengatur kedalaman pemakanan. Jika pilihan diuncek, maka cutter akan langsung memproses setebal ukuran model. Masukkan nilai 5 untuk Maximum roughing stepdownFinishing stepdown 1 saja dan sedalam 0.2mm. Uncek pilihan Stock to Leave. Stock to leave di cek bila Anda ingin menyisakan ukuran untuk proses finishing. Radial stock to leave untuk ketebalan dinding dan Axial stock to leave untuk ketebalan lantai
    38.39. Pocket Passes
    Pocket Passes
  5. Klik tab Linking, biarkan pada pilihan default. Lalu klik OK. Perhatikan Ram type-nya tipe Helix artinya mata potong akan masuk ke bagian itu dengan pola helix. Kita juga bisa mengatur arah pahat masuk melalui tombol panah Entry Position
    40. Pocket Linking
    Pocket Linking
  6. Bila telah selesai maka akan muncul seperti pada gambar, tahapan pemakanan sebanyak 3 kali. Pergerakan berwarna merah menandakan gerakan ramping Helix
    41. Pocketing Process
    Pocketing Process
https://tutorialinventor.wordpress.com/2017/11/21/cam-tutorial-series-1-memulai-bekerja-di-hsm-for-inventor-bagian-2-dari-4/

Comments